Kampoong Hening

Kepribadian Introvert Rentan Terkena Depresi? Benarkah?

Kata ekstrovert dan introvert tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Dua kata tersebut merupakan kepribadian manusia secara umum. Kepribadian ekstrovert cenderung lebih suka menghabiskan waktu bersama orang lain dan menyukai lingkungan yang interaktif. Sedangkan, orang dengan kepribadian ekstrovert lebih menyukai menghabiskan waktu seorang diri dan cenderung lebih tertutup. Bahkan, terkadang seseorang dengan kepribadian introvert disalah anggap sebagai orang yang terkena depresi. Walaupun sama-sama tidak menjauh dari keramaian, bukan berarti orang dengan kepribadian introvert mengalami depresi. Orang dengan kepribadian introvert masih dapat menjalani keseharian dengan baik, berbeda dengan depresi yang kehilangan motivasi dalam menjalani keseharian. 

Walaupun memiliki kepribadian introvert bukan berarti mereka depresi, tapi orang dengan kepribadian introvert rentan terkena depresi. Sesuai dengan penelitian yang dimuat pada Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), orang dengan kepribadian introvert memiliki tingkat terkena depresi lebih tinggi. Lantas, apasajakah yang dapat membuat orang dengan kepribadian introvert rentan terkena depresi? berikut alasannya!

Sulit Mengekspresikan Diri dan Perasaannya.

Orang dengan kepribadian introvert cenderung lebih tertutup. Selain itu, orang dengan kepribadian introvert juga cenderung memiliki sedikit teman. Hal ini menyebabkan mereka sulit untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan berakhir memendam semuanya sendiri. Memendam begitu banyak beban masalah sendiri tanpa dapat menceritakan kepada orang lain maka orang tersebut akan rentan terkena depresi.

Overthingking.

Orang dengan kepribadian introvert kerap kali overthingking atau berpikir berlebih ketika sedang menyendiri. Overthingking yang dilakukan berlebih ini sangat tidak baik, karena hal ini menyebabkan orang memikirkan hal yang tidak perlu secara berlebih. Hal ini dapat menyebabkan cemas berlebih yang berujung pada depresi.

Sulit Bersosialisasi.

Orang dengan kepribadian introvert sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang terutama di situasi ramai. Tak jarang mereka mencoba keluar dari zona nyamannya namun malah mengakibatkan tekanan pada dirinya. Sulitnya berinteraksi dengan orang mengakibatkan sedikitnya orang yang paham dengan kondisi mereka.

Tidak Percaya Diri.

Orang dengan kepribadian introvert kerap kali tidak percaya diri dan menganggap diri mereka rendah. Hal ini membuat mereka ketika menghadapi suatu permasalahan cenderung menyalahkan diri sendiri dan memandang diri mereka rendah serta tak mampu menyelesaikan bahkan menghadapi masalah tersebut. Hal ini tentu akan membuat mereka tertekan dan apabila berkelanjutan terus akan menyebabkan mereka rentan terkena depresi.

Selalu Berusaha Terlihat Baik-Baik Saja.

Orang dengan kepribadian introvert cenderung jarang memperlihatkan apabila mereka sedang mengalami masalah. Mereka tidak ingin orang lain melihat bahwa mereka sedang mengalami suatu masalah. Sehingga, orang pun berpikir kalau mereka baik-baik saja. Hal ini tentu tidak baik terlebih apabila mereka benar-benar butuh pertolongan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top